latest articles

Membedah Visi dan Misi Calon Presiden Dan Wakil Presiden Bidang Agama

Jakarta, PEMILU.com – Peneliti Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan (PMB) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ahmad Najib Burhani mengatakan, ada hal yang kontras ketika membaca visi dan misi calon presiden yang diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Joko Widodo – Jusuf Kalla mengusung ‘Islam substantif, sedangkan pasangan Prabowo Subianto – Hatta Radjasa mengusung tema ‘Islam simbolik’
Islam substantif, jelas Najib, tak banyak menggunakan simbol dan jargon Islam, Tapi semangat dan nilai keislaman seperti, keadilan, kesejahteraan dan kemajuan selalu ditekankan. “Sementara Islam simbolik, melihat simbol-simbol keagamaan sebagai sesuatu yang sangat penting,” ujar dia, dalam Dialog Kenegaraan DPD RI, ‘Mengulas Visi, Misi dan Program Dua Calon Presiden/Wakil Presiden’, Jakarta, Rabu (28/5).
Dalam bidang agama, lanjut Najib, Jokowi-JK memberikan prioritas pada penanganan intoleransi keagamaan. Sementara, Prabowo-Hatta hanya menyebut satu program bidang agama, yaitu ‘Mendirikan Lembaga Tabung Haji’.
Simbol-simbol keagamaan lain, seperti pada saat deklarasi keduanya sangat terlihat. Pada acara deklarasi Prabowo -Hatta diawali pembacaan Al Qur’an, dilanjutkan sholat berjamaah di Masjid Sunda Kelapa.
“Simbol-simbol seperti itu tak banyak tampak di Jokowi-JK, yang naik onthel, alat transportasi masyarakat bawah. Istilah yang sering dipakai untuk menggambarkan koalisi adalah ‘koalisi nasionalis (Jokowi-JK) vs ‘koalisi syariah’ (Prabowo – Hatta),” tutur dia.
Lebih jauh, Najib menjelaskan, visi misi Jokowi – JK menegaskan ‘Politik penyeragaman telah mengikis karakter bangsa’. Statemen tersebut secara tegas berhadapan dengan manifesto perjuangan Partai Gerindra bidang agama, yang menekankan penyeragaman dan pemurnian, ‘Negara juga dituntut untuk menjamin kemurnian ajaran agama yang diakui negara dari segala bentuk penistaan dan penyelewengan dari ajaran agama.
Read more

Kami menyayangkan munculnya akun twitter palsu @SamadAbraham


Menjelang Pemilihan Presiden 9 Juli 2014, marak bermunculan kampanye negatif yang menyerang, atau membentuk opini tertentu kepada salah satu pasangan capres dan cawapres. 

Belakangan bahkan muncul sebuah kampanye negatif berbentuk video yang dibuat seolah-olah seperti tayangan berita televisi. Video yang diunggah ke dunia maya oleh seseorang yang menggunakan akun twitter @SamadAbraham itu menyebutkan bahwa Prabowo Subianto nekat melakukan apa saja demi duduk di kursi Presiden RI. 

Link video itu kemudian menyebar melalui jejaring sosial dan broadcast message di aplikasi instant messenger. Hingga kini belum diketahui siapa pembuat dan penyebar video tersebut.

Munculnya video tersebut, mengundang keprihatinan tersendiri dari Partai Gerindra, partai politik yang mengusung Prabowo Subianto untuk menjadi calon presiden. 

Kuasa Hukum Partai Gerindra Mahendradata mengatakan, munculnya kampanye hitam tersebut tidak sekadar menyebarkan fitnah terhadap Prabowo, tapi juga mengimpersonisasi nama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad. 

"Kami menyayangkan munculnya akun twitter palsu @SamadAbraham yang mengimpersonisasi Pak Abraham Samad," kata Mahendradata dalam konferensi pers yang digelar hari ini, Minggu 25 Mei 2014 di Kantor DPP Partai Gerindra di Raguna, Jakarta Selatan.

Mahendradata menjelaskan, akun twitter tersebut menggunakan foto Abraham dan kicauannya seolah-olah adalah kicauan dari Abraham sebagai ketua KPK. 

"Keadaan ini ditambah lagi dengan beredarnya video yang menceritakan tentang kicauan account twitter itu," ujarnya.

Atas beredarnya video kampanye negatif tersebut, Mahendradata menyebutkan bahwa pihaknya akan segera melaporkan kasus ini ke kepolisian dan menuntut polisi untuk membongkar serta mengusut tuntas siapa di balik pembuat dan penyebar account twitter palsu @SamadAbraham, ataupun video kampanye negatif yang menyertai setelahnya. 

"Kuasa hukum Partai Gerindra akan segera mendatangi Mabes Polri untuk melaporkan kasus ini. Masalah impersonisasi ini sudah masuk ke ranah hukum. Ini serius, bukan main-main. Arena social media sudah dipergunakan untuk menyebarkan ancaman dan memalsukan identitas. Masih ada yang berkampanye negatif seperti ini. Ini terlalu bodoh untuk negeri kita," ujarnya.

Menurut dia, bila pelakunya ditemukan, ia terancam hukuman pidana kurungan, 12 tahun penjara, setara dengan hukuman untuk pelaku kasus pemerkosaan atau penculikan.

Mahendradata menuturkan, pihaknya akan melaporkan kasus ini bukan dikarenakan kampanye negatif itu dialamatkan kepada Prabowo Subianto, calon presiden yang diusung oleh partainya. Menurut dia, ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu sudah tidak mempedulikan lagi adanya negative atau black campaign yang dialamatkan kepadanya. 

"Pak Prabowo sudah tidak terganggu terhadap black campaign atau negative campaign. Ini bukan masalah yang menyangkut nama pribadi Bapak," ucapnya.

Menurut dia, alasannya akan melaporkan kasus ini adalah karena kampanye negatif itu telah menyeret-nyeret nama KPK, sebuah lembaga ikon pemberantasan korupsi yang sangat diapresiasi dan dihormati keberadaannya oleh Prabowo. 

"Bapak Prabowo tidak peduli dengan semua kampanye negatif yang dialamatkan kepadanya. Namun, bila kampanye negatif tersebut sudah menyentuh icon yang dihormati oleh Bapak, maka itu segera mengundang concern beliau," ujarnya.

Dikatakan oleh Mahendradata, KPK adalah sebuah lembaga yang harus dijaga dan dijauhkan dari apa pun yang berbau politis, termasuk kampanye negatif yang mencatut nama ketuanya. Ia tidak ingin nama baik dan kepercayaan masyarakat yang sudah baik terhadap lembaga itu menjadi luntur dikarenakan adanya kampanye negatif ini. 

"KPK adalah satu-satunya icon pemberantasan korupsi yang harus dijaga. Penanganan korupsi yang dilakukannya terus menunjukkan hasil. Kepercayaan publik yang sudah ada, jangan ditarik-tarik ke dunia politik. Kerja lembaga itu akan sangat berat bila kepercayaan masyarakat kembali luntur," ucapnya.


© VIVA.co.id

Read more

Hacker Pembobol Situs Resmi Presiden SBY Itu Ternyata Lulusan SMK.


JEMBER, Jaringnews.com - Peretasan situs resmi Presiden Susilo Bambang Yudoyono, masih menjadi perbincangan hangat di kalangan warga Kota Jember, Jawa Timur. Maklum saja, sang peretas tidak lain seorang pemuda yang hanya lulusan sebuah SMK atau dulu dikenal dengan sekolah STM di Jember.  Pemuda biasa itupun hanya bekerja sebagai operator sebuah warung internet (warnet), dimana dirinya membobol situs resmi RI-1 itu.

Cerita terkait pembobolan situs penting itu, bermula dari sebuah warnet bernama Surya Infotama yang berlokasi di Jalan Letjend Suprapto Kebonsari, Jember. Bagaimana tidak, ternyata sang peretas atau populer disebut hacker itu tak lain Wildan Yani Ashari (20), warga Dusun Krajan, Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, Jember.

Kekagetan warga kota Jember itu, lantaran Wildan hanya dikenal sebagai alumnus sebuah SMK di Jember. Itupun Wildan tidak mengambil jurusan IT (Infomatika dan Komunikasi). Wildan malah lulus dari jruusan teknik bangunan. Yang pasti, kemampuan pemuda penjaga warnet ini telah menjungkir-balikkan komentar sejumlah pakar IT yang mengklaim bahwa situs resmi milik SBY tersebut selama ini sulit dibobol.

Lantas dari mana keahlian meretas jaringan dan situs dimiliki Wildan ?

"Bisa jadi keahlian mengotak-atik situs dan jaringan internet itu dia dapatkan selama bekerja sebagai operator di warnet. Apalagi, selain menjadi penjaga atau operator warnet, belakangan Wildan menjadi teknisi warnet tempat dia bekerja. Mungkin selama bekerja sebagai teknisi warnet itulah, ketrampilan meretas situs dia dapatkan," papar Wahyudi, warga yang tinggal di sekitar Warnet Surya Infotama itu, Senin (28/1).

Menurut Wahyudi, Wildan diciduk Tim Cyber Crime Mabes Polri, pada hari Jumat (25/1) lalu. Saat pencidukan memang tidak menyedot perhatian warga, lantaran dilakukan tengah malam sekira jam 10 malam. Penangkapan Wildan dilakukan saat dia bertugas menjaga warnet, menggantikan petugas jaga sebelumnya.

Sementara Adi Kurniawan, sang pemilik warnet mengaku baru mengetahui jika Wildan diamankan oleh tim Mabes Polri pada Sabtu (26/1) pagi, ketika hendak membuka warnet. Adi menegaskan, Sabtu pagi itu dirinya tidak tahu Wildan ditangkap termasuk beberapa rekan kerjanya. Ia hanya mengetahui pegawainya itu terakhir kali bekerja pada Jumat malam. "Saya makin bingung, karena dua ponsel Wildan tak bisa dihubungi." ujarnya.

Adi dan sejumlah karyawannya baru yakin Wildan ditangkap polisi setelah membuka pintu kantor dan mendapati sepeda motor Wildan terparkir di dalam. Sementara kondisi kantor terlihat acak-acakan. "Malahan, beberapa komputer juga masih menyala," imbuhnya.

Untuk mencari keberadaan Wildan, akhirnya beberapa temannya ikut mencari ke rumah Wildan di Dusun Krajan Desa Balung Lor, Kecamatan Balung. Di rumah Ali Jakfar, orangtua Wildan itulah, kepastian bahwa Wildan diciduk Tim Cyber Crime Mabes Polri terkuak.

Kepada teman Wildan itu, Ali Jakfar menunjukkan surat penangkapan dengan Kepal Surat bertuliskan Badan Reserse Kriminal Polri Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus itu nomer B/39/1/2013/Dit.Tipideksus itu menjelaskan bahwa Wildan alias Yayan diamankan di Rumah Tahanan (Rutan) Mabes Polri. Dalam surat itu juga dijelaskan masa penahanan selama 20 hari, terhitung sejak 26 Januari hingga 14 Februari 2012 untuk keperluan proses penyelidikan.

Kapolres Jember, AKBP Jayadi tidak banyak memberikan keterangan pers. Menurut dia, penangkapan Wildan dilakukan Tim Cyber Crime Mabes Polri. "Kalau keberadaan yang bersangkutan (Wildan), saya tidak mengetahui pasti. Tunggu saja kabar selanjutnya," pungkas Jayadi.

Seperti diketahui, Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Kominfo, Gatot S. Dewa Broto kepada wartawan, mengatakan, situs pribadi milik Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang beralamat di http://presidensby.info, sempat di-deface oleh hacker pada Rabu (9/1) lalu. Setelah dilacak, sang peretas ternyata bukan berasal dari Jember seperti yang tertulis pada halaman situs yang di-deface.

Menurut Gatot, IP-nya bukan berasal dari Jember, namun berasal dari salah satu negara bagian di Amerika Serikat. Belakangan, diketahui sang peretas itu tak lain adalah Wildan, remaja asal sebuah desa di Kabupaten Jember yang bekerja di warnet.
Read more

Cyber Conten " Album Wali di Bajak Malaysia"

   Satu lagi karya Indonesia dibajak orang Malaysia.
VIVAnews - Kali ini, grup band Wali yang menjadi 'korban' pembajakan lagu oleh negara tentangga Malaysia.
Pertama kali mendengar kabar ini, Wali merasa sangat kecewa dan sedih. Karena ini sudah untuk yang kesekian kalinya, Malaysia 'mencuri' karya milik bangsa Indonesia. Apoy, gitaris Wali mengatakan,"Kenapa karya bangsa Indonesia terus diacak-acak sama negeri Jiran itu, kita merasa kecewa dan sedih."
Ditemui di kawasan Kebun Jeruk, Selasa, 13 Oktober 2009, band Wali merasa, bangsa ini sudah dilecehkan dengan adanya beberapa klaim yang diakui sebagai milik Malaysia. Mulai dari warisan budaya milik bangsa sampai karya musik yang dihasilkan para musisi Tanah Air pun ikut diklaim.
"Yang sebelum-sebelumnya, juga udah ada yang diklaim. Seharusnya pemerintah bisa menghargai hasil karya anak bangsa. Tapi, kita nggak akan tinggal diam, kita dan manajemen melalui pemerintah akan datang kesana," ujar Apoy antusias.
Saking geramnya, Wali juga sudah mengirim tim investigasi untuk melacak kebenaran 'pembajakan' ini. "Kebetulan bulan depan kita akan manggung disana, sekalian juga mau ngecek perkembangannya lagi," imbuh Apoy yang mengetahui Malaysia telah menjiplak album "Cari Jodoh" menjadi musik remix.
Band Wali Minta Malaysia untuk Minta Maaf
Album "Cari Jodoh" milik band Wali, diklaim pihak Malaysia.
VIVAnews - Apoy, gitaris band Wali juga para personilnya yang lain mengaku sangat kecewa karena album miliknya diklaim sekaligus dijiplak Malaysia.
Saat merespon hal ini, grup band Wali yang ditemui para juru warta di bilangan Kebun Jeruk, merasa pemerintah juga harus ikut andil dalam menumpas hal ini.
Apoy menegaskan," Berita itu sangat mengejutkan untuk kami, lagi-lagi karya kita dirampas dan dibajak oleh Malaysia."
Pihak manajemen Wali mengaku sudah mendapatkan bukti pembajakan tersebut. Malaysia telah membajak dan mengklaim album "Cari Jodoh" milik Wali. Secepatnya, Wali dan manajemen akan mengusut kasus ini.
Namun, pihak Wali juga tidak mungkin berjalan sendiri, mereka berharap adanya dukungan dari pemerintah untuk bisa memfasilitasi. Pihak Wali meminta agar Malaysia segera minta maaf.
"Dengan banyaknya klaim yang terjadi di Indonesia, tolong dong pemerintah jangan diam saja. Bela hak kami!! Negara Malaysia harus minta maaf. Mungkin setelah Wali, ada lagi karya lain yang bakal di-klaim. Yang kami harapkan, mereka minta maaf, karena itu yang paling penting. Setelah itu harus ada tindak lanjutnya," ucap Apoy antusias.
sumber : vivanews

Read more

80 Persen Anak Akses Situs Porno Tanpa Sengaja


Menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tren dan jumlah anak-anak pengakses situs pornografi terus meningkat.

"Untuk angkanya saya kurang hapal, tetapi trennya meningkat. Kemudahan dan kebebasan dalam akses materi pornografi menjadi pemicu terkaparnya anak dalam lingkaran pornografi," kata Ketua KPAI, Dr. H.M Asrorun Niam Sholeh.,MA saat ditemui tim Health Liputan6.com, Rabu (12/3/2014).
Pornografi anak menjadi bahaya yang nyata terhadap tumbuh kembang anak pada masa depan. Untuk itu KPAI berupaya untuk mengawasi dan mencegah mudahnya akses situs online terkait pornografi.
"Kasus situs online porno anak diberikan tanda warning, karena berbahaya. Anak-anak Indonesia berada dalam cengkraman pornografi yang menjadi ancaman keberlangsungan kehidupab berbangsa dan bernegara pada masa depan," kata Asrorun.
Asrorun mengatakan sebanyak 80 persen anak mengungkapkan bahwa mereka mengakses situs pornografi secara tidak sengaja.
"Mungkin awalnya pakai internet untuk sesuatu yang baik, tapi tidak sengaja muncul situs dari penjahat pornografi. Dari situ mulailah mereka mengakses situsnya," katanya.
Salah satu upaya yang dilakukan KPAI adalah mendukung dan mengapresiasi Subdit cyber crime Polda Metro Jaya dan terus melakukan sosialisasi mengenai gerakan antipornografi ke seluruh masyarakat khususnya anak.
"Jadi nanti penjahat pornografi terkait situs online akan dikenakan tidak hanya UU ITE atau UU pornografi ditambah dengan pasal UU perlindungan anak. Kami berharap menimbulkan efek jera, sehingga pelakh tidak lagi melakukan hal menyebarkan situs online pornografi," kata Asruro.

(Abd) - See more at: http://health.liputan6.com/read/2021994/80-persen-anak-akses-situs-porno-tanpa-sengaja#sthash.e0AQ0Xjr.dpuf
Read more

Annas Tirtoardo

DAFTAR RIWAYAT HIDUP
( CURRICULUM VITAE )
A.      Biodata Pribadi
Nama                                : ANNAS TIRTOARDI
Tempat, Tanggal Lahir     : Cilacap
Agama                              : Islam
Jenis Kelamin                   : Laki-laki
Nama Orang Tua/ Ayah   : Muhdiono
Pekerjaan                          : Buruh Bangunan
Alamat Lengkap              : Jl. Cukangleuleus Wetan RT.01/ RW.12 No.03
  Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap
B.       Riwayat Pendidikan
TK                                    : TK Cempaka 2                      Lulus Tahun : 2000
SD                                    : SDN 03 Wanareja                 Lulus Tahun : 2006
SLTP                                : SMPN 1 Wanareja                Lulus Tahun : 2009
SLTA                               : SMKN 1 Wanareja                Lulus Tahun : 2012
D3/ Diploma 3 Tahun      : AMIK BSI Tasikmalaya         Lulus Tahun : 2013

Read more

Pembobolan ATM ancam RI

Kapolri Jendral Polisi, Sutarman meminta kepada industri perbankan untuk terus meningkatkan kualitas Teknologi Informasi (TI) yang dimilikinya.

Hal itu dilakukan demi mengurangi tindak pembobolan atau serangan melalui TI atau lebih sering disebut cyber crime. Oleh karena itu, Sutarman menilai, industri perbankan harus tidak cepat puas dengan sistem informasi yang ia miliki.

"Jangan seperti Nazarudin, itu dia ketangkap karena dia sombong, dikira dengan akses internet dari luar negeri kami tidak bisa deteksi, jadi jangan sombong lah," kata Sutarman di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (13/5/2015).

Untuk sektor perbankan, dia mencontohkan masih banyaknya kasus pembobolan yang menimpa bank-bank ternama di Indonesia. Hal itu menjadi bukti masih adanya kelemahan TI yang dimiliki perbankan.

"Teman-teman perbankan itu kadang-kadang tahu bahasa perbankan tapi tidak tahu bahasa komputer. Oleh karena itu sering perbankan menggunakan jasa independen yang secara memiliki pengetahuan lebih spesifik. Jadi itu yang perlu direview," jelasnya.

Perlu diketahui, statistik kejahatan cyber di Ibu Kota Jakarta terus mencatatkan kenaikan. Kerugian akibat cyber crime telah mencapai Rp 4 miliar dan US$ 178,8 ribu dengan 520 kasus pada 2011. 

Sedangkan pada 2012, jumlah kasusnya meningkat menjadi 600 kejadian dengan kerugian Rp 5 miliar dan US$ 56.448. Sementara pada 2013, sepanjang Januari-Maret, kerugian masyarakat sudah mencapai sekitar Rp 1 miliar.

"Tahun ini frekuensi laporan masyarakat atas kejahatan jenis tersebut sebanyak 3-4 laporan per hari-bandingkan dengan 2012, yang hanya 2-3 laporan per hari," kata Sutarman. (Yas/Ahm)

(Agustina Melani) ;
Read more